Minggu, 01 Januari 2017

Tragedi Mendebarkan di Penghujung 2016

pangeran3.com/wap

366 hari telah berlalu. Di penghujung 2016, masyarakat dibuat kaget dengan tragedi perampokan berujung pembunuhan di Pulomas dan pilot Citilink diduga mabuk. Dua peristiwa itu membuat was-was masyarakat.
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, pelaku perampokan sadis di Pulomas melakukan penyekapan terhadap 11 penghuni rumah di kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter. Karena disekap selama kurang lebih 17 jam, enam korban meninggal dunia kehabisan oksigen.

Pembunuh sadis Pulomas diketahui memasuki kediaman Dodi Triono pada Senin 26 Desember 2016 pukul 14.27 WIB. Ketika masuk ke dalam, mereka mendapati Dodi tidak berada di tempat.
"Awal masuk saudara Ramlan Butarbutar menanyakan kamar majikan kamu di mana (kepada asisten rumah tangga /ART). Karena almarhum Dodi tidak ada di tempat," ungakp Kapolda Metro Jaya M Iriawan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 28 Desember 2016.
Setelah dijawab dan diarahkan menuju kamar Dodi oleh ART, Ramlan pun memaksa penghuni rumah yang berjumlah sembilan orang masuk ke dalam kamar mandi. Bahkan dia memperlakukan kasar anak Dodi yakni Dianita Gemma Dzalfayla (9).
"Satu orang Dianita Gemma Dzalfayla yang diseret dari kamar ke tangga dan dipukul dengan pistol," jelas Iriawan.


Para korban mulai disekap di kamar mandi dengan luas 1,5x1,3 meter itu sekitar pukul 14.45 WIB. Mereka pun dengan leluasa mencari barang berharga yang sesuai dengan keahlian perampokan.
"Setelah aksi itu dilakukan, Dodi baru datang bersama supirnya dan langsung dimasukkan juga ke kamar mandi," ujar dia.
Usai melakukan aksi pembunuhan sadis di Pulomas, pelaku yang berjumlah empat orang itu langsung kabur menggunakan mobil yang diparkir persis di depan rumah yang diketahui menggunakan plat nomor palsu.
Korban baru ditemukan sekitar pukul 10.10 WIB, Selasa 27 Desember 2016 setelah salah seorang saksi yakni Sheila Putri datang untuk bermain. Dia melapor ke petugas keamanan sekitar komplek karena merasa ketakutan dengan suara rintihan yang didengarnya dari dalam kamar mandi kediaman tersebut. Petugas lantas meneruskan aduan itu ke Pospol Kayu Putih.
"Semua (enam orang) meninggal karena kekurangan oksigen dalam darah. Karena mereka disekap dalam satu ruangan dan tidak ada sirkulasi udara," Iriawan memungkas.
Dalam tragedi ini, enam korban tewas yakni pemilik rumah Dodi Triono (59) serta dua putrinya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9). Kemudian teman Gemma, Amel, serta dua sopir bernama Yanto dan Tasrok.
Sementara lima korban selamat yakni, anak korban bernama Zanette Kalila Azaria (13), serta empat asisten rumah tangga bernama Emi (41), Fitriani (23), Santi (22), dan Windy (23).
Dua pelaku bernama Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang pun telah dilumpuhkan dengan timah panas polisi di kawasan Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu 28 Desember siang. Ramlan sang kapten perampokan tewas dalam perjalanan ke RS Polri. Sementara Erwin masih dirawat di RS Polri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar